Fenomena Praktik Poliandri yang Dilakukan di Berbagai Negara

Dalam kehidupan yang sudah serba modern ini, pembahasan mengenai poligami masih menarik untuk diperbincangkan. Serta seperti yang telah diketahui bahwa poligami terbagi ke dalam dua kategori, yakni pologini (suami yang memiliki istri lebih dari satu) dan poliandri (istri yang memiliki suami lebih dari satu). Di Indonesia sendiri praktik poligini memang terdengar cukup wajar, namun bagaimana dengan poliandri? Bagaimana dan apa itu poliandri yang  sebetulnya?

Apa Itu Poliandri dan Seperti Apa Konsepnya?

Apa itu poliandri

Dalam berbagai kehidupan, hingga saat ini tak bisa dipungkiri bahwa pria memiliki dominasi, termasuk dalam urusan pernikahan yang terkadang beberapa kalangan memperbolehkan mereka untuk menikahi lebih dari satu wanita. Namun, tak dapat pula dipungkiri bahwa poliandri juga ternyata bisa berlaku.

Kisah poliandri yang paling terkenal tercatat pada legenda Mahabharata di mana ada sesosok wanita bernama Drupadi yang memiliki pasangan lebih dari satu. Wanita tersebut menikahi kelima pandawa di mana semuanya adalah pria dari kalangan bangsawan.

Jika ditelisik lewat segi etimologi mengenai apa itu poliandri  berasal dari bahasa Yunani yakni pollus (berarti banyak) dan aner atau andros (berarti laki-laki, pria, atau lelaki). Dari sana, poliandri itu sendiri dapat diartikan sebagai wanita yang memiliki banyak pria. Sementara itu, secara istilah poliandri dapat diartikan sebagai kehidupan wanita yang memiliki pasangan (suami) lebih dari satu.

Praktik Poliandri di Berbagai Negara

praktik poliandri di berbagai negara

Setelah mengetahui apa itu poliandri, Anda pasti mempertanyakan apakah sistem pernikahan yang seperti ini masih berlaku atau tidak? Pada kenyataannya, poliandri ini  memang menjadi budaya yang tak bisa dilepaskan di berbagai tempat di wilayah negara-negara tertentu.

Berikut ini merupakan beberapa tempat yang memberlakukan sistem atau praktik pernikahan poliandri:

1. Wanita Mousou di Cina

Di sebuah daerah di negara Cina, tepatnya yang berada di seputar perbatasan Tibet, yakni Provinsi Yunnan dan Sichuan memberlakukan sistem pernikahan poliandri.

Sebuah suku atau etnis Cina, yakni Mousou inilah yang mempertahankan praktik poliandri pada budayanya. Tempat tersebut memiliki tradisi yang menempatkan wanita setingkat lebih tinggi di atas kaum pria. Mereka dapat menentukan siapa saja pria yang akan mendampinginya yang dianggap pantas untuk tinggal di rumahnya. Bahkan, suku Mousou ini tak mengharuskan adanya ikatan pernikahan di dalamnya.

2. Wanita Himalaya di Nepal

Di seputar Gunung Himalaya, Nepal terdapat sebuah suku yang memperbolehkan praktik poliandri di mana seorang wanita boleh mempersunting lebih dari satu pria secara periodik. Namun ternyata keberadaan tradisi ini akhirnya mulai luntur setelah diketahui bahwa populasi wanita semakin meningkat. Akhirnya, tradisi tersebut berkurang walaupun masih berlaku. Sebaliknya, kini pria memiliki peluang memiliki istri lebih dari satu karena alasan tersebut.

3. Wanita Tibet

Para wanita di negara Tibet boleh melakukan sistem pernikahan poliandri di mana mereka memiliki lebih dari satu suami. Di sana, sejumlah pria menikahi seorang wanita dan tinggal dalam satu atap.

Namun, pada sistem pernikahan yang satu ini pria tertua memiliki peluang untuk mendapatkan peranan yang dominan untuk mengatur rumah tangga yang juga dibantu oleh yang lainnya. Di tempat itu, poliandri adalah hal yang lumrah dan tergolong biasa saja.

4. Wanita Irigwe di Nigeria

Para wanita suku Irigwe yang terletak di Nigeria juga melakukan praktik poliandri. Selain itu, mereka (para wanita) bebas menentukan pasangan yang akan menjadi suami-suaminya untuk hidup berumah tangga.

Tujuan dari pernikahan tersebut adalah untuk menunjukan solidaritas antarsuku di Nigeria. Dan ternyata, para wanita tersebut bisa memutuskan hubungan pernikahannya sebagai penghormatan bagi pasangan yang terbaik.

2019-05-29T15:00:00+07:00

Produk

Tentang Produk Kami

Distributor resmi produk kesehatan dan kecantikan NASA, 100% bahan alami tanpa kimia dan efek samping berbahaya

Informasi Kontak

Jl. Pakem Kalasan, Kalasan, Sleman, Jogjakarta, 55571

Mobile: +62 896-5602-1013 (WA) | 0852 1980 4964 (Call/SMS)

Web: Beli Produk Kami Sekarang Juga!

EnglishIndonesian

Download E-booknya Sekarang Juga!!!