Hukum Mengenai Perceraian dan Prosesnya

Dalam berumah tangga, terkadang ada beberapa konflik tak terselesaikan dan akhirnya berujung pada perceraian. Bagi pasangan yang hendak bercerai, tentu harus mengetahui bagaimana hukum perceraian supaya prosesnya dapat dilakukan sesuai dengan prosedur dan dapat berlangsung secara baik-baik saja.

Kasus perceraian ydapat terjadi pada siapa pun. Penyebab perceraian itu sendiri juga disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari ketidakcocokan, faktor ekonomi, kurangnya berbagi peran pada saat berumah tangga, dan sebagainya.

Apa Itu Hukum Perceraian?

apa itu hukum perceraian

Perceraian merupakan berakhirnya suatu pernikahan antara pasangan yang sudah berumah tangga. Dalam ikatan pernikahan, baik itu istri maupun suami dapat melakukan gugatan perceraian ke pengadilan sehingga prosesnya pun dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum.

Apa itu hukum perceraian? Hukum perceraian merupakan landasan atau dasar hukum yang mengatur tentang prosedur atau tahapan-tahapan mengenai perceraian. Hukum ini tercatat sesuai dengan undang-undang yang berlaku di sebuah negara.

Dalam proses perceraian, biasanya, pasangan yang saling menggugat cerai akan melakukan tahapan medisi, menghadirkan para saksi, dan jika alsan perceraian bisa diterima maka proses sidang perceraian akan diberlangsungkan di pengadilan.

Undang-undang Tentang Hukum Perceraian

hukum perceraian

Perceraian merupakan salah satu hal yang tidak pernah diharapkan siapa pun. Namun, hukum mengenai perceraian ini sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada Pasal 38 yang menyatakan bahwa, “Perkawinan dapat diputuskan dikarenakan kematian, Perceraian dan atas keputusan Pengadilan.”

Sementara itu, pada Pasal 39 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan menyatakan bahwa perkawinanmenyatakan bahwa, “Perceraian hanya dapat dilakukan di depan Sidang Pengadilan, setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri. Tata cara perceraian di depan sidang Pengadilan diatur dalam peraturan perundangan tersendiri.”

Selain itu, gugatan perceraian dapat dilakukan jika (berdasarkan Pasal 19 Peraturan Pemerintah R.I No. 19 Tahun 1975):

  • Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
  • Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturutturut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
  • Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
  • Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain;
  • Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri;
  • Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Prosedur Melakukan Gugatan Cerai ke Pengadilan

gugatan perceraian

Terdapat beberapa prosedur yang dapat dilakukan jika hendak mengajukan gugatan perceraian, di antaranya:

  • Menyiapkann dokumen yang dibutuhkan => dokumen adalah surat nikah dan fotokopinya, fotokopi KTP (penggugat), surat keterangan, fotokopi KK, fotokopi akta kelahiran anak (jika telah memiliki anak).
  • Mendaftarkan gugatan cerai => Pendaftaran gugatan cerai ke pengadilan bisanya dilakukan dengan menyerahkan dokumen.
  • Membuat surat gugatan perceraian => Pembuatan surat gugatan cerai dapat dilakukan di pusat bantuan hukum di pengadilan.
  • Menyiapkan biaya gugatan cerai => biaya gugatan cerai biasanya ditanggung oleh yang mengajukan gugatan, baik itu pihak istri atau suami.
  • Mengetahui cara serta proses persidangan => Proses tersebt harus dihadiri oleh kedua belah pihak, biasanya diawalin dengan mediasi.
  • Menyiapkan saksi => Gugatan akan ditanggapi apabila penggugat memiliki alasan yang kuat untuk dapat melangsungkan perceraian ke tahap selanjutnya. termasuk menghadirkan saksi yang dapat memperkuat alasan perceraian.
2019-06-26T15:43:59+07:00

Produk

Tentang Produk Kami

Distributor resmi produk kesehatan dan kecantikan NASA, 100% bahan alami tanpa kimia dan efek samping berbahaya

Informasi Kontak

Jl. Pakem Kalasan, Kalasan, Sleman, Jogjakarta, 55571

Mobile: +62 896-5602-1013 (WA) | 0852 1980 4964 (Call/SMS)

Web: Beli Produk Kami Sekarang Juga!

EnglishIndonesian

Download E-booknya Sekarang Juga!!!