Cara Membedakan Antara Penyakit HIV dan AIDS

HIV dan AIDS, sering kali disandingkan sehingga kebanyakan beranggapan bahwa kedua hal tersebut (HIV dan AIDS) ini merupakan satukondisi yang sama. Akan tetapi,  keduanya memiliki diagnosis yang berbeda meskipun ada kaitan yang cukup erat. Maka dari itu sangat perlu untuk mengetahui perbedaan HIV dan AIDS.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS. Nama HIV menggambarkan seperti apa virus ini, hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, membuatnya menjadi tidak bisa bekerja efektif seperti seharusnya. Sementara itu, AIDS terjadi pada saat HIV berkelanjutan serta menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun. Kondisi ini sangat kompleks dan bervariasi pada setiap orang.

Seseorang Bisa Terkena HIV tanpa AIDS

peredaan HIV dan AIDS

Seseorang bisa saja tekena HIV, namun belum tentu terkena AIDS. Dalam hal ini HIV merupakan sebuah istilah yang ditujukan pada virusnya, sedangkan AIDS merujuk pada kondisinya. Seseorang  yang memiliki infeksi HIV tanpa AIDS, tetapi siapa pun yang terdiagnosis positif AIDS sudah pasti memiliki HIV.

Bahkan, kebanyakan penderita HIV tanpa AIDS ini bisa memiliki harapan hidup yang cukup tinggi sampai bertahun-bertahun lamanya (bahkan lebih dari 10 tahun) sebelum mengalami AIDS, atau malah tidak terjangkit sama sekali.

Orang yang hidup dengan HIV bahkan bisa memiliki kualitas hidup yang hampir sama dengan orang normal lainnya. Untuk itu, mendapatkan pengobatan yang tepat dan berkala menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV.

Yang Ditularkan Adalah HIV (Virusnya)

penularan virus hiv

Virus HIV  bisa ditularkan dan menginfeksi orang lain, layaknya infeksi virus pada umumnya. Virus HIV ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui pertukaran cairan tubuh, misalnya lewat semen atau air mani, cairan vagina dari seks tanpa kondom, transfusi darah, atau air susu ibu dalam proses menyusui. Namun, seseorang yang memiliki HIV tidak bisa tertular oleh AIDS dari orang lain, penyebabnya adala AIDS merupakan tahap lanjutan dari adanya infeksi HIV.

HIV dan AIDS Memiliki Gejala yang Berbeda

gejala HIV dan AIDS berbeda

Datangnya HIV memang tidak selalu menunjukkan gejala. Namun,  penyakit yang melemahkan sistem imun ini sebenarnya memiliki gejala yang mirip dengan flu pada umumnya, seperti kelelahan, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan dan yang lainnya.

Sementara itu, biasanya AIDS memiliki gejala yang jauh lebih parah karena orang dengan AIDS biasanya memiliki jumlah sel pada sistem imun berkurang secara drastic karena penyakit tersbeut. Tanpa sel  tersebut (CD4), tubuh akan mengalami kesulitan untuk melawan penyakit apa pun yang menyerang.

Perbedaan HIV dan AIDS bisa dilihat dari  gejalanya. Sepsert gejala AIDS yang lebih parah yang sering terjadi pada penderita AIDS adalah sariawan, lelah yang berkepanjangan, sering sakit kepala, lebih mudah terserang memar, keringat berlebihan, bahkan sampai mengalami kelumpuhan.

Perbedaan Diagnosis

diagnosis HIV dan AIDS

Diagnosis pada penderita HIV biasanya lebih sederhana ketimbang diagnosis AIDS. Ketika infeksi HIV menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh, antibodi dalam tubuh pun berkurang. Diagnosis HIV dapat delakukan dengan tes darah atau air liur dapat mendeteksi antibodi  dalam tubuh untuk pennetuan infeksinya. Meski demikian, tes ini hanya efektif untuk beberapa minggu setelah infeksi.

Sedangkan cara  mendiagnosia AIDS jauh lebih rumit. Terdapat  beberapa faktor yang dapat menentukan kapan infeksi HIV laten dalam tubuh telah berubah menjadi AIDS. Misalnya, dengan melihat jumlah sel CD4 yang tersisa dalam tubuh.

Untuk Anda ketahui, seseorang yang sehat dan tidak terinfeksi HIV bisa memiliki sekitar 500 sampai 1200 sel CD4 per 1 cc/1 ml darah. Ketika jumlah sel tersebut turun hinggasekitar 200 atau bahkan kurang dari itu, pengidap HIV dikatakan telah memiliki AIDS.

Namun hal terpenting yang mesti Anda tahu bahwa keduanya tak dapat disembuhkan. Penyakit tersebut hanya dapat dicegah dengan tidak melakukan aktivitas yang memberikan risiko penularannya.

Selain itu, penyakit tersebut juga dapat dihindari dengan cara melakukan perawatan dalam tubuh seperti dengan mengonsumsi suplemen kesehatan wanita Rose V.  Suplemen tersebut terbuat dari bahan-bahan herbal dan alami sehingga sangat aman dikonsumsi.

 

2019-04-23T11:12:54+07:00

Produk

Tentang Produk Kami

Distributor resmi produk kesehatan dan kecantikan NASA, 100% bahan alami tanpa kimia dan efek samping berbahaya

Informasi Kontak

Jl. Pakem Kalasan, Kalasan, Sleman, Jogjakarta, 55571

Mobile: +62 896-5602-1013 (WA) | 0852 1980 4964 (Call/SMS)

Web: Beli Produk Kami Sekarang Juga!

EnglishIndonesian

Download E-booknya Sekarang Juga!!!