Pandangan Islam Tentang Adanya Poligami

Poligami merupakan salah satu issue yang selalu saja mendatangkan polemik bagi masyarakat, ada yang pro ada juga yang menanggapinya dengan kontra. Namun, di sisi lain poligami dalam islam bagi sebagain besar orang dianggap sebagai syariah dan bahkan sunnah hukumnya. Namun, poligami yang dikatakan di sini adalah tentang suami yang memiliki lebih dari satu istri, yakni poligini.

Mendengar kata poligami tentu sebagian orang tidak setuju dan akan mengerutkan dahi karena merasa dalam praktiknya poligami merupakan satu hal yang akan merugikan salah satu pihak, terutama kaum wanita. Sebaliknya, dalam hal ini pria dianggap lebih diuntungkan.

Poligami dalam Islam Sebagai Syariat

poligami dalam islam

Praktik poligami dalam Islam dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang melakukannya selama hanya delapan tahun dalam hidupnya. Sebelumnya, malah beliau menghabiskan waktu 28 tahun hidup dengan ber-monogami bersama Siti Khadijah.

Dalam satu kitab, yaitu Kitab Ibnu Khatsirsikap seseorang (pria) yang memutuskan untuk memiliki istri lebih dari satu berasal dari konstruksi sosial dalam bertransofrmasi. Mekanisme dari poligami yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad justru adalah sebuah “kemajuan” untuk memaknai bahwa kedudukan perempuan sama dengan laki-laki. Di mana, praktik poligami yang awalnya tidak terbatas, saat ini dibatasi hanya boleh melakukannya kepada empat perempuan saja.

Hal ini dikemukakan dalam Alquran:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” [Q.S. An Nisaa (4): 3]

Berdasarkan ayat Alquran di atas, syarat utama bagi seorang pria yang hendak memilih untuk berpoligami atau berkeinginan untuk memiliki lebih dari satu istri adalah berlaku adil. Jika ia tidak bisa berlaku adil kepada istri-istrinya, maka poligami dalam Islam adalah hal yang tidak dianjurkan.

Syarat Poligami dalam Islam yang Harus Diketahui

syarat poligami dalam islam

Dalam praktiknya, sistem poligami itu sendiri tidak dapat dilaksanakan seenaknya. Meskipun pada dasanya hal tersebut merupakan syariat yang dianjurkan oleh agama. Terdapat beberapa syarat yang mesti diperhatikan sebelum seorang lelaki memutuskan untuk berpoligami, di antaranya:

1. Jumlah Istri Maksimal 4

Banyak pria menjadikan syariat poligami sebagai alibi untuk memiliki banyak istri. Namun, pada kenyataannya aturan berpoligami dalam Islam tidak demikian. Jumlah istri untuk poligami ada batasnya, yaitu maksimal empat.

Selain itu, tujuan dari poligami itu sendiri bukan hanya urusan “kamar”. Melainkan untuk untuk membantu wanita-wanita yang belum menikah, wanita tak mampu, atau janda agar ada seseorang yang menafkahi.

2. Mampu untuk Berlaku Adil pada Istri-Istrinya

Syarat poligami dalam islam yang selanjutnya adalah  suami harus bisa berlaku adil kepada istri-istri yang dinikahinya. Adil di sini meliputi banyak hal, baik itu masuk  dalam nafkah lahir maupun nafkah batin.

3. Tidak Melupakan Ibadah

Meskipun pernikahan adalah bentuk ibadah, termasuk poligami yang masuk ke dalam syariat. Namun, harus diperhatikan pula bahwa poligami dilakukan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan poligami bukanlah ajang utuk melampiaskan nafsu, terlebih nafsu birahi.

4. Tidak Berpoligami Dengan Wanita Kakak Beradik

Dalam Alquran dijelaskan:

“(Diharamkan atas kamu) menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Q.S. An-Nisaa’(4):23]

Bahwa ketika melakukan poligami, seorang laki-laki dilarang menikahi kedua perempuan kakak beradik.

5. Mampu Menjaga Kehormatan Keluarga

Seorang suami memiliki kewajiban membimbing dan mendidik istrinya untuk hidup di jalan yang lurus sesuai syariat agama. Karena itu, suami dituntut untuk selalu menjaga keutuhan serta keutuhan keluarga, termasuk istri-istrinya.

Poligami dalam Islam tidak seperti kelihatannya, karena hal utama yang menjadi syarat laki-laki dalam melakukan pligami adalah berlaku adil-seadil-adilnya kepada istri dan keluarganya.

2019-05-29T14:51:54+07:00

Produk

Tentang Produk Kami

Distributor resmi produk kesehatan dan kecantikan NASA, 100% bahan alami tanpa kimia dan efek samping berbahaya

Informasi Kontak

Jl. Pakem Kalasan, Kalasan, Sleman, Jogjakarta, 55571

Mobile: +62 896-5602-1013 (WA) | 0852 1980 4964 (Call/SMS)

Web: Beli Produk Kami Sekarang Juga!

EnglishIndonesian

Download E-booknya Sekarang Juga!!!