Melihat Homoseksual Lewat Sejarahnya

Kebanyakan masyarakat umum memandang gender beserta seksualitas pada manusia secara biner, misalnya pria-wanita, maskulin-feminin, dan tanpa adanya pertimbangan bahwa ada orientasi seksual lainnya yang ada pada diri orang lain. Oleh karena itu, isue gender seperti LGBT masih menjadi sesuatu yang tabu untuk dibicarakan tanpa ingin tahu sejarah homoseksual yang sebenarnya.

Apa Itu Homoseksual?

pengertian homoseksual

Sebelum berlanjut membahas mengenai sejarah homoseksual, terlebih dahulu Anda harus mengetahui arti dari homoseksual itu sendiri.

Homoseksual merupakan salah satu perilaku seseorang dalam hal ketertarikannya terhadap sesama jenis. Seorang homoseksual memiliki kecenderungan untuk dapat melakukan hubungan atau perilaku seksual kepada sesama jenis, misalnya lebian (wanita penyuka wanita) dan gay (pria penyuka pria).

Runtutan Sejarah Homoseksual

sejarah homoseksual

Penolakan terkait homoseksual beserta sejarah  homoseksual itu sendiri dipengaruhi adanya budaya dari agama Abrahamik di mana dalam ajarannya dikatakan bahwa sodomi merupakan sebuah tindakan yang melanggar aturan Tuhan. Namun, ternyata pada kenyataannya keberadaan hal tersebut (homoseksual) itu sendiri telah ada jauh sebelum masa itu. Selain itu, “ketidakwajaran” tersebut pun sering sekali terjadi pada masa Yunani kuno sampai pada era seorang filsuf terkenal bernama Plato.

1. Sejarah Homoseksual Beserta Mitos Yunani Kuno

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya penyimpangan seksual seperti homoseksual ini telah ada di era Plato pada masa Yunani kuno. Hal ini pun telah dibahasnya pada buku yang ia tulis berjudul Symposium  yang menceritakan tentang penjamuan minuman para pria pada masa itu. Bahkan dalam salah satu dialog yang terdapat pada narasi filsuf Plato tersebut terdapat tema tersebut, yaitu tentang  Eros yang membahas tentang homoseksualitas dan pedofilia.

Banyak penelitian menyatakan bahwa sejarah homoseksual itu sendiri memang ditemukan pada era Yunani kuno. Yang juga pada masa itu perilaku tersebut tidak diterima oleh khalayak umum.

2. Misteri Kota Pompei dan Masa Romawi

Pada masa Romawi, perilaku homoseksual pun dianggap sebagai hal yang sangat tabu dan sangat dilarang keberadaannya. Bahkan, dalam dunia militer Romawi siapa pun pelaku homoseksual akan mendapatkan hukuman mati.

Namun, di sana terdapat salah satu kota yang terbilang sebagai kota yang paling toleran dalam menghadapai isu homoseksual, yaitu Kota Pompei. Namun, pada akhirnya kota tersebut diguncang gempa pada tahun 63M dan tertutup oleh abu vulkanik sejak tahun 79 M akibat letusan gunung Vesuvius kemudian menghilang. Lalu, ditemukan kembali tahun 1748 M.

Para arkeolog menemukan bukti keberadaan perilaku biseksual dan homoseksual melalui grafiti pada reruntuhan kota Pompei. Hal itu pun mengindikasikan bahwa para pelaku homoseksual di sana tidak takut terhadap sanksi sosial di tengah masyarakat.

3. Masa Bizantium (Anti-Sodomy Law)

Jatuhnya Kekaisaran Romawi yang dikuasai oleh raja-raja pada masa itu membuat toleransi terkait perilaku homoseksual meningkat (kecuali di Spanyol).

Namun, setelah ajaran Kriten datang, akhirnya pandangan gereja terhadap perilaku tersebut pun diberlakukan. Pelarangan tindakan homoseksual ini bertujuan untuk menghindari kemurkaan Tuhan dan kehancuran kota-kota Romawi.

4. Masa Kerajaan Inggris

Undang-Undang yang dikenal dengan Act of 25 Henry VIII yang memberikan hukuman gantung kepada  pasangan homoseksual termasuk pasangan  heteroseksual yang melalukan persetubuhan melalui dubur (anal intercourse). Hal tersebut dikeluarkan oleh parlemen di Inggris pada tahun 1533 M.

Selain itu aturan tersebut pun diberlakukan kepada seluruh kekaisaran Inggris, termasuk negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris atas dasar anty-sodomy law.

5. Masa Abad XX: Homo Politic

Sementara itu, sejarah homoseksual masih berlanjut karena gerakan homoseksual modern yang muncul pada sekitar abad ke-19 yang berpusat di Jerman.

Kemudian, setelah Perang Dunia ke-2 (War World II) usai, beberapa organisasi homoseksual bermunculan di berbagai negara Barat yang dikenal dengan Homophile Movements, yang dalam pembahasannya menggunakan media ilmiah seperti diskusi-diskusi dalam bidang medis.

 

 

2019-05-30T10:21:57+07:00

Produk

Tentang Produk Kami

Distributor resmi produk kesehatan dan kecantikan NASA, 100% bahan alami tanpa kimia dan efek samping berbahaya

Informasi Kontak

Jl. Pakem Kalasan, Kalasan, Sleman, Jogjakarta, 55571

Mobile: +62 896-5602-1013 (WA) | 0852 1980 4964 (Call/SMS)

Web: Beli Produk Kami Sekarang Juga!

EnglishIndonesian

Download E-booknya Sekarang Juga!!!