Undang-Undang Mengenai Prostitusi yang Diberlakukan

Di Indonesia sendiri, memang belum ada undang-undang prostitusi online yang disahkan secara khusus. Namun, di tengah-tengah maraknya pembicaraan mengenai fenomena prostitusi online di khalayak umum yang melibatkan salah satu nama selebritis terkenal di tanah air, akhirnya isu menganai hal tersebut pun di-blow up ke hadapan publik.

Namun tak cukup sampai sana, ternyata perbedaan perlakuan hukum terhadap sang mucikari dengan PSK (Pekerja Seks Komersial)-nya pun ikut menjadi perbincangan. Hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan, terutama mengenai mucikari yang dinyatakan menjadi tersangka, sementara PSK  justru dinyatakan menjadi korban perdagangan manusia pada kasus ini.

Apa Itu Human Trafficking atau Perdagangan Manusia?

uu prostitusi

Pernyataan mengenai PSK yang terlibat ke dalam kasus prostitusi online yang sedang hangat diperbincangan itu menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab, yang dijadikan tersangka dalam hal ini hanyalah mucikari, bukan PSK-nya (yang justru dinyatakan sebagai korban perdagangan manusia). Sebetulnya, apa itu perdagangan manusia dan mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Hal tersebut telah tercatat dalam Pasal 1 butir 1 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU PTPPO):

“Tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar-negara untuk tujuan eksploitasi.”

Berdasarkan dalam hal tersebut, baik secara langsung atau pun tidak langsung, PSK hanya diimplementasikan sebagai objek  tujuan untuk tindakan prostitusi atau eksploitasi seksual. Itulah yang menjadikan kasus prostitusi tersebut sebagai kasus perdagangan orang.

Pekerja Seks Dapat Dijerat Oleh UU ITE

Undang-undang ITE prostitusi

Selebritis yang menjadi PSK pada kasus prostitusi online memang hanya dinyatakan sebagai korban perdagangan manusia. Namun, mau tidak mau, pada kenyataannya ia merupakan pihak yang terlibat. Adakah ancaman pidana yang dapat menjeratnya?

Memang hingga sampai saat ini belum ada undang-undang prostitusi yang mengatur hal tersebut. Akan tetapi, sebagai perkeja seks yang terlibat dalam prostitusi online dapat dijerat oleh Undang-undang ITE, tepatnya Pasal 45 yang menyebutkan:

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Ketidakjelasan mengenai undang-undang prostitusi tersebut bukan berarti bahwa pelaku, terutama pekerja seks komersial tidak dapat betul-betul dijerat hukuman pidana. Hal ini pun telah ditentukan oleh  Pasal 42 ayat (2) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum menyatakan bahwa:

“Setiap orang dilarang: a). Menjadi penjaja seks komersial, b). Menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial, c). Memakai jasa penjaja seks komersial”.

Berdasarkan ketentuan tersebut, orang-orang yang terlibat dalam transaksi perdagangan manusia atau porstitusi juga dapat diadili berdasarkan Undang Undang ketertiban umum yang sudah diberlakukan. Hal ini pun berlaku untuk pekerja seks komersial.

Dilihat dari hukum atau Undang-undang prostitusi yang telah disebutkan tadi, sepertinya hal ini cukup adil jika hukum itu benar-benar ditegakkan secara nyata.  tanpa memihak siapa pun. Kedua belah pihak, baik itu dari mucikari atau pun PSK dapat dikenakan sanksi yang  bisa menimbulkan efek jera bagi pelakunya.

2019-06-24T11:44:22+07:00

Produk

Tentang Produk Kami

Distributor resmi produk kesehatan dan kecantikan NASA, 100% bahan alami tanpa kimia dan efek samping berbahaya

Informasi Kontak

Jl. Pakem Kalasan, Kalasan, Sleman, Jogjakarta, 55571

Mobile: +62 896-5602-1013 (WA) | 0852 1980 4964 (Call/SMS)

Web: Beli Produk Kami Sekarang Juga!

EnglishIndonesian

Download E-booknya Sekarang Juga!!!